8 Tips Memunculkan Bibit Unggul Dalam Pekerjaan

Mencari orang-orang unggul dalam pekerjaan bukanlah hal yang mudah. Hal ini bisa dibuktikan dengan begitu banyaknya posisi-posisi dalam perusahaan yang sangan terbuka, namun perusahaan jarang menemukan orang-orang yang cukup kompeten dalam internalnya. Akibatnya tidak jarang bajak-membajak dari suatu perusahaan ke perusahaan lain terjadi.

Mencari orang-orang unggul dalam pekerjaan bukanlah hal yang mudah. Hal ini bisa dibuktikan dengan begitu banyaknya posisi-posisi dalam perusahaan yang sangan terbuka, namun perusahaan jarang menemukan orang-orang yang cukup kompeten dalam internalnya. Akibatnya tidak jarang bajak-membajak dari suatu perusahaan ke perusahaan lain terjadi.

Sayangnya, bajak membajak seringkali tidak memberikan sebuah solusi karena ekspektasi dari Direksi berbeda dengan apa yang dilakukan oleh orang baru tersebut. Begitu pula seringkali orang yang sudah terlanjur dibajak dari perusahaan lain juga merasa kecewa atas apa yang telah dilakukan oleh Direksi terhadap dirinya. Inilah yang selalu menjadi masalah besar.

 

Lalu, jika kita harus mengangkat orang-orang dari internal perusahaan, bagaimana kita dapat memunculkan bibit-bibit unggul di tempat pekerjaan kita? Dan apakah semua orang bisa menjadi bibit unggul?

 

Tentu saja semua orang bisa menjadi bibit unggul. Namun masalahnya adalah apakah semua orang berani menjalani proses untuk menjadi bibit unggul?

 

Bagaimana memunculkan bibit-bibit unggul?

1. Beri Tanggung Jawab Sedikit Lebih

 

Berilah tanggung jawab yang sedikit lebih dibandingkan orang-orang lain. Jika dia bersedia untuk melakukannya, maka itu adalah salah satu ciri seseorang yang ingin maju. Jika orang tersebut mampu menunjukkan tanggung jawab yang baik, makan tingkatkanlah tanggung jawabnya sedikit demi sedikit.

 

2. Mintalah Untuk Melakukan Sesuatu Yang Belum Pernah Dilakukan Sebelumnya

Jika orang tersebut bersedia melakukan sesuatu yang belum pernah dilakukan sebelumnya, cobalah perhatikan responnya. Apakah dia mengeluh, jengkel atau malah senang karena bisa belajar sesuatu yang baru. Perhatikan kemana dia mencari solusi atas hal baru yang sedang dihadapinya.

 

3. Beri Deadline Sedikit Di Luar Kewajaran

Jika pekerjaan sudah diberikan, berilah deadline yang sedikit di luar kewajaran bila orang tersebut sudah mulai familiar dengan pekerjaan tersebut. Misalnya, jika orang rata-rata mengerjakan pekerjaan tersebut selama 60 menit, mintalah orang tersebut melakukan 50 menit.

 

4. Beri Sesuatu Yang Tidak Utuh

Jika kita memberi sesuatu yang utuh dan sudah jadi, maka tentunya kandidat tersebut tidak perlu berpikir lagi. Justru yang perlu dimiliki oleh seorang yang memiliki bibit unggul adalah bagaimana orang tersebut menjalankan sebuah proses dari sebuah pekerjaan.

Berilah pekerjaan yang tidak utuh sehingga orang tersebut bisa menyelesaikannya sesuai dengan pola yang diinginkannya.

 

5. Bentuk Lingkungan Yang Tepat

Lingkungan yang tepat dapat membentuk sebuah karakter yang tepat pula. Demikian juga pergaulan dan lingkungan yang buruk dapat merusak kebiasaan yang baik.

 

6. Buatlah Persaingan Yang Sehat

Persaingan yang sehat dapat membuat seseorang memunculkan hal terbaik dari dirinya. Jika kita selalu membuat persaingan yang sehat dalam lingkungan pekerjaan kita, maka tentunya setiap orang akan berusaha untuk memberi dan melakukan yang terbaik.

Persaingan yang sehat bukan hanya untuk orang-orang di kalangan sales yang dinilai dengan target semata, tetapi juga dengan tim lainnya yang sejenis. Misalnya, admin bersaing dengan admin lainnya.

 

7. Perhatikan Sifat-Sifat Yang Unggul

Orang unggul akan cenderung menunjukkan sifat-sifat unggulnya. Misalnya, orang yang senang dengan hal-hal baru tidak akan mengeluh jika diminta untuk melakukan sesuatu yang baru pula.

Orang yang suka belajar tidak akan mudah menyerah jika terbentur pada suatu tantangan.

 

8. Perhatikan Prosesnya, Bukan Hanya Hasil

Dalam mencari bibit unggul, perhatikanlah bukan hanya pada hasilnya, tetapi juga pada prosesnya karena seringkali karena seseorang diburu dengan target, akhirnya mereka tidak menjalankan proses yang benar. Akibatnya, jika orang tersebut diminta untuk melakukan proses yang sama kembali, maka hasilnya akan berbeda karena prosesnya tidak sama.

 

Jadi, selalulah memiliki karakter yang unggul agar kita semua bisa menjadi bibit-bibit unggul di tempat kerja kita.

 

Tetap semangat dan jangan pernah menyerah karena apapun yang terjadi selalu ada jalan keluarnya.

Ingat, kita tidak dilahirkan sebagai orang gagal tetapi sebagai pemenang.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

X