Bangun Citra Diri Yang Positif

1. Bangga Dengan Profesi Yang Digeluti

Suatu hari Agus ingin mendekati seorang gadis bernama Sinta karena Agus melihat bahwa Sinta adalah tipe wanita yang dia idam-idamkan selama ini. Mulailah Agus mendekati Sinta dengan berbagai jurus.

Dalam masa pendekatan itu, tiba-tiba suatu hari Sinta bertanya kepada Agus, “Boleh tahu Mas Agus kerja apa?” Dengan raut wajah yang malu dan tertunduk, Agus berkata, “Kerjaku cuma sales,” begitu kata Agus dengan suara yang hampir tidak terdengar.

Kemudian Sinta berkata, “Kalau kerjamu sales, mengapa harus malu, Mas? Apa yang salah dengan pekerjaanmu sampai Mas Agus tidak pede dengan pekerjaan tersebut? Bagaimana kerjamu bisa berhasil kalau Mas Agus tidak pede dengan pekerjaannya?” kata Sinta lagi.

Ada banyak orang yang ingin mendapatkan hidup dari suatu pekerjaan yang sebenarnya dia sukai dan tidak bangga dengan pekerjaan tersebut. Dengan kata lain, jika ada pilihan lain, orang tersebut tentu tidak akan bekerja dibidang ini.
Bagaimana mungkin kita bisa berhasil di pekerjaan yang tidak kita sukai dan kita pun tidak bangga melakukannya?
Jika kita ingin berhasil dalam suatu bidang pekerjaan dan ingin membangun citra diri yang positif, maka kita perlu bangga dengan profesi yang kita geluti. Ingatlah bahwa semua pekerjaan mempunyai tantangannya masing-masing. Namun jika kita mampu menunjukkan prestasi kita, maka orang lain tidak akan meremehkan apa yang kita kerjakan.
Jadi, banggalah dengan profesi dan pekerjaan Anda.

 

2. Menjiwai Pekerjaannya

“Gooolllll …..” teriak Bakri saat menonton pertandingan bola bersama rekan-rekannya. Mereka senang sekali saat melihat Christiano Ronaldo menendang bola dan masuk ke gawang lawan.

“Koq bisa ya Ronaldo bermain bola secantik itu?” kata Bakri menyeletuk.

“Ya tentu saja bro. Ronaldo itu sudah mulai main bola sejak kecil. Hidupnya di bola, jiwanya di bola, pikirannya di bola, makanya dia juga berhasil di bola,” kata Sigit menanggapi celetukan Bakri.

Ada banyak orang yang ingin berhasil di suatu bidang, namun sayangnya dia tidak menjiwai bidang tersebut. Dia hanya ingin mendapatkan uang dari sana tetapi tidak memberikan segalanya di pekerjaan tersebut. Tentu sulit sekali.

Jika kita melihat semua orang-orang yang sukses dibidangnya, maka orang-orang tersebut selalu memberi dan melakukan yang terbaik. Mereka mengerjakan sesuatu tidak asal-asalan tetapi dengan hati dan pikiran yang fokus serta tidak pernah mengeluh. Mereka menjiwai apa yang dikerjakannya.

Jadi jika kita ingin berhasil dalam bidang apa saja, kita perlu menjiwai pekerjaan tersebut. Selalu pikirkan dan lakukan yang terbaik. Jangan hanya mengeluh tetapi bersyukurlah dan terus konsisten dalam melakukannya, maka kitapun akan mengarah pada kesuksesan.

Ingat, tidak ada kesuksesan yang instan. Semua butuh proses. Jadi, hargailah proses yang sedang kita lewati dan bersyukurlah selalu.

 

3. Yakin Dengan Apa Yang Dikerjakannya

“Sepertinya hari ini bakal sial banget …” kata Doddy kepada Agus melalui chatnya dipagi itu.
Agus kemudian membalas, “Napa koq bisa sial?”

“Iya, soalnya sudah beberapa hari ini semua kerjaan nggak ada yang beres. Aku dimarahi melulu sama bos,” lanjut Doddy.

“Dod, apa yang terjadi kemarin belum tentu terjadi hari ini. Kalau kamu yakin bahwa hari ini akan baik dan sukses, maka hari ini akan baik dan sukses sesuai dengan apa yang kamu yakini. Kalau kamu sudah bilang bahwa hari ini sial, ya… pastilah hari ini akan sial. Ingat Dod, apa yang kita pikirkan itu yang akan jadi. Aku yakin kamu pasti berhasil dan sukses hari ini,” demikian jawaban Agus.

Setiap hari harusnya menjadi hari yang terbaik buat kita jika kita melihat hari itu sebagai hari terbaik kita. Sayangnya seringkali kita sendiri yang memberi label sial, gagal, tidak berhasil kepada diri kita sendiri.

Jika kita yakin dengan apa yang kita kerjakan, maka tentu kita akan melakukan semua yang terbaik yang kita bisa. Kita akan memfokuskan diri untuk meraih kesuksesan. Sebaliknya, jika yang kita pikirkan adalah kegagalan, maka jangan heran hal-hal itu juga yang akan kita hadapi setiap hari.

Jadi gagal atau sukses sebenarnya tergantung dari sudut pandang mana kita memandang. Lihatlah kegagalan sebagai sebuah sekolah namun berfokuslah pada keberhasilan-keberhasilan kita karena apa yang kita pikirkan itulah yang akan terjadi dalam hidup kita. Pikirkanlah selalu hal-hal yang baik agar hal itulah yang kita alami.

Ingat, perhatikan cara kita berpikir karena dari situlah awal kesuksesan maupun kegagalan.

 

4. Memiliki Target Yang Jelas

“Bro, sudah lama kerja di perusahaan ini?” tanya Diki pada Dimas, teman kerjanya. “Oh, sudah sekitar 4 tahun,” kata Dimas menjawab.

“Kamu suka bekerja di perusahaan ini?” tanya Diki lagi. “Sebenarnya sih tidak. Cuma karena tidak ada pilihan, makanya saya nggak mengundurkan diri,” jawab Dimas.

“Apa targetmu bekerja di perusahaan ini? Kamu pengen jadi apa?” kata Diki lagi. “Hhhmmm…. aku juga nggak tahu. Nggak punya target. Kalau masih dikasih kerja ya syukur, kalau nggak ya sudah,” demikian kata Dimas.

Banyak orang bekerja di suatu perusahaan, tubuh mereka ada di perusahaan tersebut tetapi sebenarnya hati dan jiwanya sudah tidak ada di sana. Itulah sebabnya mereka tidak bergairah dalam bekerja karena tidak mempunyai visi yang jelas.

Jangan heran jika mereka sering mengeluh dengan situasi yang ada, merasa selalu jadi korban keinginan bos yang tidak masuk akal, atau bahkan kerja keras tapi gaji tidak naik-naik.

Jika kita ingin membangun citra diri positif baik di tempat kerja maupun untuk diri sendiri, kita perlu mempunyai visi yang jelas untuk hidup kita. Jika kita memiliki visi yang jelas, maka kitapun akan bergairah untuk meraihnya. Jika hari ini Anda adalah karyawan biasa, milikilah visi untuk menjadi Supervisor, Manager bahkan Direktur.

Jadi, jangan jalani hari-hari Anda hanya apa adanya, tetapi milikilah visi dan kejarlah visi tersebut karena itulah yang membuat Anda hidup dan berkembang.

 

5. Harus Berprestasi

“Siang bro, kamu koq merenung terus? Kenapa bro?” tanya Hendrik pada Herman, rekan kerjanya.

Herman menjawab, “Iya nih, saya lagi pusing, banyak pikiran. Sekarang ini yah harga-harga barang makin mahal, persaingan buat mulai bisnis juga susah banget lagi. Mau naikin pendapatan, bingung harus gimana juga.’’

“Ribet juga yah masalahmu, man,” kata Hendrik.

“Ditambah lagi orang tua sudah ngebet banget nyuruh nikah. Boro-boro nikah, simpan uang buat nikah aja ga bisa karena gaji nggak seberapa. Buat saya pribadi aja ngos-ngosan ngatur uangnya,” kata Herman lagi.

“Sekarang ini bro, orang dibayar karena prestasinya. Kalau kamu memperhatikan prestasimu, maka tentu perusahaan juga akan memperhitungkan prestasi tersebut. Jangan cuma datang kerja tapi nggak punya prestasi. Belajar kembangkan dirimu, bro.” Begitu kata Hendrik.

Ditengah kondisi yang sangat ketat seperti sekarang ini, dimana semua perusahaan berusaha menekan biaya demi meningkatkan profitnya, maka orang-orang yang akan dipertahankan di sebuah perusahaan adalah orang yang punya prestasi, bukan yang numpang hidup.
Jadi jika kita ingin meningkatkan citra positif diri kita, jangan hanya bisa mengeluh terhadap situasi yang kita hadapi, tetapi teruslah berprestasi karena prestasi itu yang akan membuat diri kita dihargai oleh orang lain.
Teruslah berprestasi!

Tetap semangat dan jangan pernah menyerah

karena apapun yang terjadi selalu ada jalan keluarnya.

Ingat, kita tidak dilahirkan sebagai orang gagal

tetapi sebagai pemenang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *